Langit malam dipenuhi bintang saat cahaya keemasan melesat menembus awan.
Cahaya itu masuk ke dalam pesawat milik Zabi.
Tubuh Karman terpental dan berguling di lantai logam.
"Aduh... kepalaku..." keluhnya sambil memegang kepala.
Perlahan ia bangkit.
Ia melihat tubuhnya telah kembali normal.
Tak ada lagi armor lebah hitam emas itu.
Karman langsung memegang dadanya.
“Itu tadi apa sebenarnya?! Aku ini apa sekarang?!”
Di hadapannya, Zabi berdiri diam seperti bayangan hidup.
“Kau adalah Kamen Rider.”
Karman mengernyit.
“Kamen... Rider?”
“Ya. Bukan robot. Bukan pula mutan.”
“Lalu?”
“Kekuatanmu berasal dari Sabuk Qi yang telah menyatu dengan tubuhmu.”
Karman menatap pinggangnya.
Tak ada apa-apa di sana.
Zabi mengangkat tangannya.
Cahaya keemasan muncul di pinggang Karman.
Sabuk emas dengan logo huruf M muncul perlahan.
Karman mundur kaget.
“Itu muncul sendiri?!”
“Sabuk itu kini bagian dari tubuhmu. Kau bisa memanggilnya kapan saja.”
"Keren juga..." gumam Karman sambil menyentuh sabuk itu.
“Tapi ingat. Kekuatan besar akan menarik bahaya besar.”
“Ah, mulai serius lagi.”
Zabi berjalan menuju layar raksasa di ruangan itu.
Tampilan hutan bumi muncul.
“Karman. Pasukan Marlon tidak datang hanya untuk mengambil pohon.”
“Terus?”
“Mereka mengambil energi kehidupan planet.”
“Kayak investor rakus dong.”
Zabi diam beberapa detik.
“Kalian menyebutnya begitu?”
“Iya.”
Zabi menatap Karman.
“Kalau begitu planetmu sudah lama dalam bahaya.”
Karman terdiam.
-----------------------
Di tempat lain…
Sebuah kapal induk raksasa melayang di atas awan gelap.
Ribuan kabel dan mesin menyala merah.
Di singgasana besi hitam duduk sosok mengerikan.
JENDRAL ZODAR.
Tubuhnya besar seperti monster semut raksasa dengan armor merah gelap.
Di bawahnya, Pasukan Marlon berlutut gemetar.
"Tuan... kami gagal..." ujar salah satu manusia semut.
BRAAAK!
Zodar menghancurkan kursi besi dengan sekali pukul.
“GAGAL MELAWAN SATU MANUSIA?!”
Semua pasukan menunduk ketakutan.
“Tuan... dia memiliki kekuatan Qi...”
Mata Zodar menyala merah.
“Jadi Pengawas Galaxy ikut campur...”
Ia berdiri perlahan.
“Kalau begitu... Kita bangunkan monster eksperimen Profesor Xefix.”
Pintu raksasa terbuka perlahan.
Asap hijau keluar dari dalam laboratorium gelap.
Terlihat seorang ilmuwan kurus dengan kepala setengah mesin berjalan keluar.
PROFESOR XEFIX.
"Tuan Zodar..." ucapnya sambil tersenyum menyeramkan.
“Aku ingin monster yang bisa menghancurkan hutan dan membunuh Kamen Rider Qi.”
Profesor Xefix tertawa kecil.
“Kalau begitu... izinkan aku memperkenalkan...”
Ia menekan tombol.
Tabung raksasa terbuka.
Suara geraman menggelegar memenuhi ruangan.
“...MONSTER BORAX.”
Dua mata merah menyala dari balik asap.
-----------------------
Keesokan paginya…
Karman berjalan menyusuri hutan sambil membawa tas rotan tua.
Tangannya memegang pengasap lebah sederhana.
Burung-burung terdengar bersahutan.
Hutan tampak damai.
Berbeda sekali dengan semalam.
Karman berhenti di depan pohon besar.
“Nah... biasanya di sini ada sarang lebah.”
Ia mulai memanjat.
Karman memang sudah terbiasa hidup di hutan sejak kecil.
Sejak kedua orang tuanya meninggal, ia hidup sendiri di rumah kecil pinggir desa.
Untuk bertahan hidup, ia mencari madu hutan.
Madu itu dijual ke perusahaan pengolahan madu bernama PT. MWH.
Perusahaan itu kemudian mengolahnya menjadi produk terkenal:
MADUQI. Produk yang sangat bagus untuk pemilihan kesehatan dan menjaga vitalitas, karna hanya terbuat dari Madu asli.
Karman tersenyum kecil saat melihat sarang lebah besar.
“Wah... ini gede banget sarangnya, Alhamdulillah.”
Namun tiba-tiba…
BZZZZZZTTT!!!
Suara aneh terdengar dari kejauhan.
Burung-burung mendadak beterbangan panik.
Karman langsung menoleh.
Asap hitam membumbung dari balik hutan.
“Lagi?!”
Tiba-tiba tanah bergetar.
DUUMMM!!
Seekor monster raksasa menerobos pepohonan.
Tubuhnya penuh cairan hitam.
Tangannya capit raksasa.
Setiap pohon yang disentuh langsung hancur.
Monster itu meraung keras.
“BORAAAAAXX!!”
Karman membelalakkan mata.
“Ya ampun... monster apaan lagi itu?!”
Dan dari balik pepohonan…
Pasukan manusia semut mulai bermunculan.
Bersambung…